Proyek Jalan Tol Solo - Mantingan Rampung 2015

Pemerintah bergerak cepat menyelesaikan jalan tol Trans Jawa Ruas Solo - Mantingan agar rampung sesuai dengan target pada tahun 2015. Setelah tertunda beberapa tahun karena kendala pembebasan lahan, dua badan usaha jalan tol (BUJT) anak usaha PT Thiess Contractors Indonesia akan memulai pekerjaan fisik jalan tol Solo - Mantingan seksi Karanganyar - Sragen -Saradan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menyatakan, pembangunan fisik ditandai dengan ground breaking pada 23 September 2013 mendatang. "Ground Breaking bulan depan itu bagian dari pekerjaan fisik yang menjadi bagian pemerintah sedang dilaksanakan dan dijadwalkan selesai akhir tahun ini.

Jalan tol Solo - Mantingan merupajan bagian dari tol Trans Jawa yang menghubungkan Banten dengan Jawa Timur. Ruas Solo - Mantingan sepanjang 176,7 kilometer dibagi menjadi tiga seksi. Yakni seksi Boyolal - Colomadu sepanjang 64,07 kilometer yang dikerjakan dengan dana APBN.
Lantas, seksi Kartosuro - Sragen dikerjakan PT Solo - Ngwaji Jaya dan Seksi Sragen - Mantingan dikerjakan PT Ngawi - Kertosono Jaya. Dua badan usaha jalan tol itu merupakan anak usaha PT Thiess Contractors asal Australia.

Dapatkan penawaran terbaik untuk promosi usaha rental mobil Solo bersama kami.

Djoko menjelaskan, kewajiban Kementrian PU untuk tol Solo - Kertosono sudah dijalankan. "Sekarang tinggal menunggu pihak perusahaan, mau kapan dimulainya," ujarnya.
Selain menanggung biaya pembebasan lahan, pemerintah wajib membangun sejumlah infrastruktur pendukung. Antara lain, pembangunan ruas tol Colomadu - Kartosuro sepanjang 0,6 kilometer senilai rp 14 miliar yang telah selesai pada tahun 2009.

Pemerintah juga sudah membangun struktur bawah jembatan Bengawan Solo sepanjang 300 meter serta underpass Kemiri senilai Ro 53 miliar.
Terbengkalainya tol Solo - Mantingan tidak hanya disebabkan lambannya BUJT dalam menjalankan kewajiban, tapi juga masalah pembebasan lahan. Tol Solo - Kertosono merupakan satu satunya ruas tol yang menggunakan skema subsidi. Ruas tol itu ekonomis, namun dari sisi finansial tidak layak karena tingkat pengembaliannya hanya 14 persen.

Pekerjaan fisik dimulai karena hingga awal Agustus lalu pembebasan lahan sudah lebih dari 70 persen. Di wilayah I sepanjang 25,85 kilometer, telah dibebaskan 219 hektare atau sekitar 72 persen. Di wilayah II sepanjang 29,90 kilometer, telah dibebaskan 223 hektare atau sekitar 84 persen. Sumber Jawa Pos, 23 Agustus 2013.

1 comments:

Post a Comment